Di era milenial ini selain dengan bekerja atau melakukan bisnis lainnya untuk menambah pundi-pundi pemasukan, bisa dengan melakukan investasi. Investasi sendiri mampu menjaga pemasukan dana menjadi lebih terjaga dan terarah sehingga nilainya tidak semakin menurun akibat konsumsi berlebih. Nah, ada dua produk investasi yang menguntungkan dan akan diulas pada artikel perbedaan deposito dan obligasi yang wajib diketahui.

Deposito dan obligasi keduanya merupakan salah satu produk investasi selain tabungan yang jelas bisa menjadi alternative pengelolaan keuangan. Tentunya keduanya memiliki kekurangan dan juga kelebihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan orang yang ingin investasi. Mari simak perbedaan deposito dan obligasi yang wajib diketahui seperti berikut.

1. Deposito Tetap Memiliki Bunga Lebih Rendah Dari Obligasi

Metode penyimpanan menggunakan teknik deposito tetap pada layanan bank konvensional memang tergolong aman dan bisa disimpan dalam waktu tertentu. Namun keuntungan ini berbanding terbalik dengan bunga yang didapatkan ketika memilih berinvestasi dengan cara deposito. Bunga yang didapatkan dari deposito tetap terpantau cukup rendah dan kurang bisa menimbulkan keuntungan berarti bagi nasabahnya.

Hal ini cukup berbeda dengan obligasi yang cara kerjanya hampir mirip dengan kepemilikan saham, karena harus tercatat dalam bursa efek. Bentuk dari investasi obligasi adalah adanya pengeluaran surat obligasi yang sah dari perusahaan atau instansi terkait. Pada obligasi suku bunga yang ada tetap dan relatif besar hingga memungkinkan pemegang obligasi mendapatkan keuntungan lebih besar.

2. Transaksi Obligasi Lebih Fleksibel Dibanding Dengan Deposito

Pada deposito tetap, biasanya calon nasabah harus datang ke bank konvensional untuk mendapatkan pelayanan deposito. Pembuatan deposito mengharuskan nasabah untuk datang secara lagsung dan membuat akun deposito ke bank konvensional sembari menyetor uang tunai. Kemudian nasabah tidak bisa menarik uang dan harus menunggu sesuai waktu yang dijanjikan jika tidak ingin terkena dengan.

Hal itu berbeda dengan sistematika obligasi yang lebih fleksibel dan mudah, karena pada obligasi pembeliannya tidak harus dilakukan tatap muka. Bisa melalui internet dan gawai saja seperti pembelian dan transaksi pada pembeli saham bursa efek. Kemudian investasi dana yang dimasukan tidak perlu harus disimpan dalam jangka tertentu, bebas untuk ditarik kembali.

3. Besaran Keuntungan Obligasi Lebih Baik Dari Deposito

Dalam sistem investasi obligasi yang menyadur sistem saham, sangat menguntungkan bagi investor karena satuan bunga yang ada lebih stabil dan besar. Selain itu suku bunga pada obligasi tidak akan dipengaruhi oleh inflansi dan harga pasar obligasi yang ada. Besaran pendapatan juga akan lebih jelas tertera pada surat perjanjia, berbeda dengan deposito dengan bunga tertentu.

Jika dalam deposito, besaran keuntungan tidak terlalu besar dengan bunga yang hanya bisa diambil setiap bulannya saja. Angka bunga yang ada juga tidak bisa melebihi dari jumlah simpanan atau tabungan yang ada didalam bank. Selain itu suku bunga pada deposito bisa berubah seiring dengan inflasi yang ada, sehingga lebih terkesan merugikan.

4. Ada Lebih Banyak Jenis Investasi Pada Obligasi, Dibanding Deposito

Ketika memilih untuk berinvestasi dengan cara obligasi tentunya ada banyak jenis obligasi yang lebih bisa untuk dipilih. Pemilihan ini bisa disesuaikan dengan besaran dana, kemampuan dan kebutuhan dari orang yang ingin berinvestasi. Berbagai jenis obligasi ini dibatasi dalam jangka waktu tertentu dan lebih beragam pilihannya daripada deposito yang monoton.

5. Tidak Ada Penalti Dalam Obligasi, Berbeda Dengan Deposito

Ketika memilih untuk menginvestasikan uang pada deposito bank konvensional, ada perjanjian bahwa dana harus dibekukan dalam waktu tertentu. Jika dana investasi itu dipaksa untuk dicairkan untuk penggunaan pribadi, maka akan terkena penalti sejumlah dana. Hal ini memang lumayan merugikan karena bersifat sangat kaku, berbeda dengan obligasi yang jalannya lebih fleksibel.

6. Obligasi Bisa Diwariskan, Deposito Tidak

Tahukah bahwa surat obligasi bisa diwariskan? Ya, keuntungan adanya surat obligasi bisa dijadikan agunan atau jaminan yang bisa diturunkan. Hal itu jelas berbeda dengan deposito yang kepemilikannya harus sesuai dengan pendaftar pada bank. Jadi lebih tertarik mana antara deposito atau obligasi?

Diatas adalah perbedaan deposito dan obligasi yang wajib diketahui sebelum berfikir untuk memilih keduanya. Pilih sesuatu layanan investasi yang menguntungkan dan sesuai kebutuhan. Baik obligasi maupun deposito ada kelebihan dan kekurangannya.